Analisis kegagalan produk/Root Cause Analysis, saya akan mulai dengan pertanyaan...
"pernahkah anda mengalami kegagalan ?", lalu apa yang menyebabkan itu bisa terjadi ?.
Nahh, hal itulah maksud daripada topik pembicaraan kita kali ini,
analisis kegagalan produk untuk mencari penyebab kegagalan suatu produk.
omong-omong soal kegagalan, brother masih inget produk minuman "Aqua Splash of Fruit",
air mineral dengan rasa buah, sekarang sudah menghilang bukan ? apa yang menyebabkan
aqua splash of fruit tidak diproduksi kembali ? ternyata karena permintaan yang minim,
banyak penjual-penjual yang enggan untuk meng-order karena rasanya memudar/tidak bertahan lama.
Itu karena dampak dari komunikasi yang kurang, bahwa Aqua Splash tidak boleh terpapar sinar
matahari langsung, mesti disimpan dalam cooling box untuk menjaga kualitas rasa. Namun banyak
penjual yang tidak tahu akan hal ini. wajarlahhhhh......... kalian aja baru tahu 'kan ? :D
Dalam dunia industri ada banyak sekali metode-metode analisis yamg digunakan,
salah satunya adalah Kegagalan Mode dan Analisis Efek/Failure Modes and Effects Analysis (FMEA).
sebenarnya FMEA adalah metode yang awalnya digunakan untuk menganalisis tingkat kegagalan dalam
operasi militer dan kemudian diadopsi dalam dunia industri.
FMEA merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mencari, mengidentifikasi, dan
menghilangkan kegagalan potensial, error, dan masalah yang diketahui dari sistem, desain, proses,
atau jasa sebelum hal tersebut sampai ke pelanggan. FMEA disini adalah FMEA Process untuk
mendeteksi risiko yang teridentifikasi pada saat proses. (Stamatis, 1995)
Dalam usaha memenangkan persaingan bisnis, setiap perusahaan harus secara terus –
menerus meningkatkan kualitas produk dan menekan jumlah produk cacat. Suatu produk yang
mengalami kegagalan pada proses produksinya atau mengalami cacat, dan produk tersebut sampai
ke tangan konsumen maka akan mengurangi keuntungan perusahaan, kepercayaan dan kepuasan
pelanggan. Untuk dapat mengambil tindakan korektif atas kegagalan yang terjadi, para pelaku
bisnis harus memperhatikan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan – kegagalan
yang timbul.
Faktor – faktor tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yakni material atau
bahan baku, mesin, dan metode yang digunakan maupun tenaga kerja yang ada pada perusahaan itu
sendiri. Setelah melihat faktor – faktor penyebab kegagalan, hal yang perlu dilakukan selanjutnya
adalah menilai dan meranking masing – masing penyebab kegagalan menurut tingkat keparahan
dan frekuensi kejadiannya.
Dengan demikian perusahaan dapat mencapai tindakan korektif yang
efektif dan efisien. Tools yang dapat membantu kegiatan tersebut adalah Failure Modes
and Effects Analysis (FMEA).
FMEA merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi
kegagalan yang dapat terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses, atau pelayanan (service).
Identifikasi kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian nilai atau skor pada masing –
masing moda kegagalan berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan
(severity), dan tingkat deteksi (detection). (Stamatis, 1995)
Jadi, metode ini digunakan untuk mencegah potensi kegagalan produk 'bro, sehingga perusahaan
tidak mengalami kerugian akibat produk tidak laku di pasaran seperti Aqua Splash of Fruit, hhe
Nah.... kurang lebihnya seperti itu dehh 'broo....
to be continue yahh,,
sumber:
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/405878-motor-yamaha-dan-honda-yang-gagal-di-pasar-ri
http://widiapuspita.blogspot.com/2013/10/contoh-produk-gagal-di-pasaran-dan-di.html
Gasperz, Dr. Vincent, DSc., CFPIM, CIQA. 2005. Total Quality Management. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
http://sutanto15.wordpress.com/2014/05/02/393/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar